aceh.wiz.or.id, Banda Aceh – Krisis air bersih menjadi salah satu dampak serius pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Menyikapi kondisi tersebut, Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Aceh terus mengintensifkan program penyediaan sumur bor sebagai langkah pemulihan kebutuhan dasar masyarakat.
Hingga awal Februari 2026, WIZ Aceh telah merealisasikan sembilan titik sumur bor yang tersebar di Kabupaten Bireuen, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Program ini menyasar kawasan pemukiman warga, meunasah, lembaga pendidikan, serta pesantren yang terdampak langsung banjir dan kesulitan memperoleh air bersih.
Di Kabupaten Bireuen, sumur bor telah dimanfaatkan oleh masyarakat di sejumlah desa, antara lain Babah Suak (Kecamatan Kutablang), Pante Baro Glee Siblang (Kecamatan Peusangan Siblah Krueng), Teupin Raya (Kecamatan Peusangan Selatan), Cot Ara (Kecamatan Kutablang), Alue Glumpang dan Pante Gajah (Kecamatan Peusangan), serta Desa Meuse (Kecamatan Kutablang). Ribuan warga kini dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan ibadah, sanitasi, dan aktivitas sehari-hari.
Selain Bireuen, WIZ Aceh juga merealisasikan pembangunan sumur bor di Desa Buket Bata, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur, serta di Desa Teungoh, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Kehadiran fasilitas ini menjadi penopang penting bagi masyarakat dalam proses pemulihan pascabanjir.
WIZ Aceh menegaskan bahwa program sumur bor ini tidak berhenti pada lokasi yang telah terealisasi. Sejumlah desa lain saat ini telah melalui proses pendataan dan asesmen awal, dan akan menyusul direalisasikan seiring kesiapan teknis dan dukungan para donatur.
Melalui program air bersih pascabanjir ini, WIZ Aceh berharap dapat menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Setiap sumur bor yang dibangun diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan kebaikan, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memulihkan kehidupan warga Aceh. []
